TENTANG

VISI DAN MISI

VISI
“Turut aktif dalam proses mencerdaskan bangsa melalui Taman Bacaan Masyarakat”                  
MISI
a.     Mengembangkan minat dan budaya baca pada masyarakat.
b.     Memperkenalkan dan mendekatkan  perpustakaan kepada masyarakat.
c.     Menjadikan perpustakaan sebagai tempat mencari tambahan ilmu yang nyaman dan mudah direalisasikan.
d.    Mengelola sumber daya perpustakaan sehingga misi dapat dicapai    
STRUKTUR ORGANISASI   
 

Susunan Organisasi Rumah Baca Dekaka :

1. Ketua

Sadar Cahayani

Mempunyai tugas :

    • Memimpin TBM
    • Menyusun dan menetapkan program
    • Memajukandan mengembangkan TBM
    • Melakukan hubungankerjasama
    • Mengelola keuangan

2. Urusan Administrasi

Kasmadi Munthe

Mempunyai tugas :

    • Mengurus administrasi dan surat menyurat
    • Mengadakan seleksi dan pengadaan bahan bacaan
    • Melaksanakan pengolahan bahan bacaan
    • Melaksanakan pengembangan bahan bacaan

 3. Urusan Layanan

Isa Fadhila
Ayu
Siti

Mempunyai tugas :

    •  Membuat tatatertib
    •  Memberikan layanan TBM
    •  Melaksanakan administrasi keanggotaan
SEKAPUR SIRIH
          Rumah Baca Dekaka didirikan sebagai wujud dari sebuah kepedulian terhadap minat baca  dari berbagai  lapisan masyarakat yang semakin hari semakin menurun dan berkurang, dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Pergeseran perilaku ini  disebabkan banyak faktor-faktor yang tidak semuanya berarti negative,  akan tetapi banyak hal-hal  yang tampaknya positif namun lebih berdampak pada berkurangnya cara berfikir dan berperilaku yang baik yang disebabkan karena  kurangnya pengetahuan keterampilan dan kesadaran yang dimiliki. Contoh, dengan adanya kemajuan teknologi, alat komunikasi dan media informasi elektronik yang semakin canggih yang membuat anak-anak, para remaja dewasa maupun orang tua lebih banyak memilih untuk menonton sinetron, reality show atau infotainment di layar televisi daripada  membaca buku, buku pengetahian dan keterampilan.
          Untuk itu sebagai salah satu upaya yang membudayakan gemar membaca pada masyarakat umumnya dan masyarakat Jatikerto pada khususnya, maka kami sebagai bagian dari masyarakat didaerah tersebut berniat untuk mengajak masyarakat sekitar untuk membuat gerakan kembali ke buku dan gerakan untuk semangat membaca. Meskipun pada dasarnya  ilmu dan pengetahuan  tidak hanya bisa didapatkan dari membaca, akan tetapi dengan budaya membaca kita akan lebih peka dalam menerima sebuah ilmu dan pengetahuan baik itu dalam membaca buku dalam arti sebenarnya  maupun  membaca lingkungan nyata ataupun yang dihadapkan  kepada kita sehari-hari. Dan harapan kami, dengan kepekaan tersebut kita dapat berbuat sesuatu  untuk orang lain masyarakat sekitar terutama untuk negeri ini.
          Berdasarkan pasal 31 ayat (2)  pasal 32 dan pasal 28 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Pemerintah perlu membuat dan menyelenggarakan perpustakaan sebagai sarana yang paling demokratis untuk  belajar sepanjang hayat demi memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh informasi melalui layanan perpustakaan guna mencerdaskan kehidupan bangsa (penjelasan umum UU No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan). Ditegaskan di situ bahwa  penyelenggaraan  perpustakaan  adalah tanggung jawab pemerintah, akan tetapi  demi  terwujudnya tujuan  Indonesia merdeka  adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka amanat tersebut menjadi kewajiban seluruh komponen bangsa untuk mewujudkannya  termasuk kami sebagai bagian dari warga nergara yang dimaksud di atas.
          Dengan dasar hal tersebut di atas, maka kami berniat untuk mendirikan sebuah rumah baca, untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut sekaligus  sebagai  wahana belajar dan mengembangkan  potensi  masyarakat agar menjadi manusia yang beriman, dan bertaqwa kepada Allah SWT, berahlak mulia sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara  yang demokratis.  Besar harapan kami  pada suatu saat nanti rumah baca ini bisa menjadi Perpustakaan Nasional yang dikelola secara professional.
A. Latar Belakang
 
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2013 tentang Pendirian Satuan Pendidikan Nonformal, pasal 1, angka 8 menyatakan bahwa Program Pendidikan Nonformal adalah layanan pendidikan yang diselenggarakan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Dalam melaksanakan layanan tersebut dapat dilakukan melalui lembaga satuan pendidikan nonformal yang telah disebutkan pada pasal 3, bahwa satuan pendidikan nonformal terdiri dari: LKP, Kelompok Belajar, PKBM, Majelis Taklim, dan Satuan PNF Sejenis (Rumah Pintar, Balai Belajar Bersama, Lembaga Bimbingan Belajar, serta bentuk lain yang berkembang di masyarakat dan ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal). Taman Bacaan Masyarakat (TBM) merupakan lembaga yang menyelenggarakan pengembangan budaya baca dan minat baca masyarakat, dengan menyediakan fasilitas bahan bacaan kepada masyarakat, dan juga berfungsi sebagai sumber informasi bagi masyarakat di sekitar TBM, selain itu TBM juga dapat berfungsi sebagai lembaga pengembangan masyarakat. TBM dapat berdiri sendiri menjadi lembaga yang mandiri, atau menginduk pada lembaga utamanya seperti PKBM, Yayasan, dan lain-lain. Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan yang juga mempunyai tugas dan fungsi pengembangan minat dan budaya baca masyarakat, di mana fungsi tersebut dilaksanakan melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Penyelenggaraan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas keberaksaraan dan layanan pendidikan masyarakat. Kegiatan ini dapat diakses oleh para penyelenggara program pendidikan masyarakat yang memenuhi persyaratan. Hasil visitasi dan pendataan yang dilakukan oleh pembina program dari Direktorat Pendidikan Masyarakat, Dinas Pendidikan Provinsi maupun Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyimpulkan bahwa kondisi TBM hingga saat ini menunjukkan bahwa masih banyak TBM yang belum memiliki sarana yang memadai, baik kualitas maupun kuantitasnya. Untuk meningkatkan kualitas keberaksaraan dan layanan pendidikan masyarakat di lembaga tersebut, diperlukan sarana pendukung. Penyediaan sarana kepada TBM tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan dan penjaminan mutu lembaga. Dalam upaya memperkuat kelembagaan TBM tersebut, pada tahun 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan memberikan bantuan sarana agar lebih dapat berperan meningkatkan kualitas keberaksaraan masyarakat. Bantuan ini dapat diakses oleh Taman Bacaan Masyarakat, dan lembaga pendidikan nonformal yang memiliki TBM dengan mengacu pada buku “Petunjuk Teknis Peningkatan Sarana Taman Bacaan Masyarakat Tahun 2016.
B. Dasar Hukum
1.  Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
     Pendidikan Nasional;
2.  Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang
     Perpustakaan;
3.  Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 2013 sebagai
     Perubahan Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005
     tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP);
4.  Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang
     Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
     sebagaimana diubah menjadi Peraturan Pemerintah
     Nomor 60 Tahun 2010;
5.  Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun
     2015 tentang Organisasi Kementerian Negara;
6.  Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun
     2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka MenengahNasional (RPJMN) Tahun 2015-2019;
7.  Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
     2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan
     Wajib Belajar Pendidikan Dasar Tahun dan
     Pemberantasan Buta Aksara;
8.  Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 168/PMK.05/2015
     Tahun 2015 tetang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran
     Bantuan Pemerintah pada Kementerian
     Negara/Lembaga;
9.  Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor:
     190/PMK.05/2012 tentang Tatacara  Pembayaran Dalam
      Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja
      Negara;
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 49
      Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan
       Oleh Satuan Pendidikan Nonformal;
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24
      Tahun 2013 tentang Pedoman umum pengelolaan dan lingkungan kementerian pendidikan dan kebudayaan;
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 81
      Tahun 2013 tentang Pendirian Satuan Pendidikan
       Nonformal;
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 11
      Tahun 2015 tentang Struktur organisasi Kementerian
      Pendidikan dan kebudayaan.
C. Ruang Lingkup Program Sarana Taman Bacaan Masyarakat
 
1.   PengertianTaman Bacaan Masyarakat adalah tempat penyelenggaraan pembinaan kemampuan membaca dan belajar, sekaligus sebagai tempat untuk mendapatkan informasi bagi masyarakat.  
2.   Tujuan Program TBM
a. Meningkatkan kemampuan keberaksaraan dan keterampilan membaca
b. Menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca
c. Membangun masyarakat membaca dan belajar
d. Mendorong terwujudkan masyarakat pembelajar sepanjang hayat
e. Menwujudkan kualitas dan kemandirian masyarakat yang berpengetahuan,berketerampilan, berbudaya maju, dan beradab.
                      
3.   Sasaran TBM
Seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan segmentasinya masing-masing terutama masyarakat yang memiliki kebutuhan bahan bacaan untuk meningkatkan keberaksaraaanya.
4.   Fungsi TBM Fungsi yang melekat pada TBM adalah:
a. Sebagai sumber belajar – TBM dengan menyediakan bahan bacaan utamanya buku merupakan sumber belajar yang dapat mendukung masyarakat pembelajar sepanjang hayat, seperti buku pengetahuan untuk membuka wawasan, juga berbagai keterampilan praktis yang bisa dipraktekkan setelah membaca, misal praktek memasak, budidaya ikan, menanam cabe dan lainnya.   
b. Sebagai sumber informasi – TBM dengan menyediakan bahan bacaan berupa koran, tabloid, referensi, booklet-leaflet, dan/atau akses internet dapat dipergunakan masyarakat untuk mencari berbagai informasi.
c. Sebagai tempat rekreasi-edukasi – dengan bukubukunonfiksiyang disediakan            memberikan hiburan yang mendidik dan menyenangkan lebihjauh dari itu, TBM dengan bahan bacaan  yang diesediakan mampu membawa masyarakat lebih dewasa dalam berperilaku, bergaul di masyarakat lingkungan.
5.   Layanan TBM
Dari pengertian TBM yang telah disebutkan di atas, bahwa pengelola TBM berperan  sebagai   motivator, artinya pengelola TBM diharapkan dengan kreativitasnya dapat  memberikan layanan yang mampu menarik simpati dan mendorong masyarakat dan  khususnya pengunjung untuk mau dan mampu meningkatkan keterampilan membaca. Layanan yang dapat diberikan TBM adalah:
a. Membaca di tempat, dengan menyediakan ruangan yang  nyaman dan didukung dengan variasi bahan bacaan bermutu, sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Untuk dapat menyediakan bahan bacaan sesuai dengan kebutuhan perlu berupaya untuk menemukenali minat dan karakteristik pengunjung
b. Meminjamkan buku, artinya buku dapat dibawa pulang untuk dibaca dirumah, dan dalam  waktu tertentu dan peminjam wajib mengembalikan buku.
c. Pembelajaran, dengan menggunakan berbagai pendekatan,  misalnya :
1. Membimbing teknik membaca cepat (scanning dan skimming),
2. Menemukan kalimat dan kata kunci dari bacaan,
3. Belajar efektifd. Praktek Keterampilane. Dengan buku keterampilan yang ada, masyarakat/pengunjung diajak untuk mempraktekkan  bersama, seperti: praktek memasak.f. Kegiatan Literasi Melaksanakan kegiatan literasi yang menyenangkan dan bermanfaat, seperti: bedah buku,  diskusi isyu yang sedang berkembang, temu penulis, belajar menulis cerpen. Melaksanakan lomba-lomba Lomba kemampuan membaca(menceritakan kembali buku yang telah dibaca), cerdas cermat.
6.   Sarana dan prasarana TBM dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu: sumber daya fisik uatama (sarana), dan sumber daya fisik pendukung (prasarana)
a.       Sumber daya fisik utama adalah bahan bacaan, yaitu:  semua jenis bahan bacaan dalam                         berbagai bentuk media seperti: buku, majalah, tabloid, Koran, CD dan lainnya. Perlu disadari bahwa bahan bacaan yang disediakan tiada lain untuk melayani masyarakat  masyarakat sebagai kelompok sasaran perlu diperhatikan secara sungguh-sungguh, oleh  karenanya penetuan bahan bacaan yang harus disediakan perlu memperhatikan : karakteristik masyarakat (meliputi jenis kelamin, rentang usia profesi, dll) kebutuhan  nyata masyarakat,kemampuan baca masyarakat, dan sesuai dengan potensi lokal. b.      Sumber daya pendukung, adalah segala sesuatu yang diperlukan untuk mendukung  pengelolaan TBM, antara lain: rak/alamari buku, display buku, rak majalah, gantungan   Koran, meja kerja, perangkat peralatan elektronik yang relevan dan merupakan salah satu  komponen penting terwujudnya layanan taman bacaan masyara secara  elektronik.  Perangkat tersebut sekurangnya meliputi : 
1. Komputer personal atau komputer jinjing,
2. Kamera Digital
3. Fasilitas modem internal/eksternal (mobile/ADSL)
4. Alat pencetak (prnter)
5. Televisi,
6 alat pemutar vieo digital (DVD)
7.   Sumber daya Manusia

Susunan organisasi TBM sekurang-kurangnya terdiri atas :

1.   Ketua, mempunyai tugas :
      a. Memimpin TBM,
      b. Menyusun dan menetapkan program
      c.  Memajukan dan mengembangkan TBM
      d.  Melakukan hubungan kerjasama, dan

      e.  Mengelola keuangan.

2.   Urusan Administrasi dan Teknis, mempunyai tugas :
      a. Mengurus administrasi dan surat menyurat 
      b. Mengadakan seleksi dan pengadaan bahan bacaan,
      c. Melaksanakan pengolahan bahan bacaan, dan

      d. Melaksanakan pengembangan bahan bacaan.

3.   Urusan layanan, mempunyai tugas:
       a. Membuat tatatertib
       b. Memberikan layanan TBM, dan
       c. Melaksanakan  administrasi keanggotaan.
Iklan