Tak Berkategori

Community Based Tourism CBT

21 Februari 2018
Diskusi Community Based Tourism CBT bersama kolaborator TBM Dekaka di Desa Jatikerto. Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan di TBM Dekaka. Tujuan dari kegiatan tersebut yaitu mendiskusikan potensi pariwisata di desa Jatikerto
Community Based Tourism merupakan aktiv

Community Based Tourism CBT
Community Based Tourism CBT

 

itas wisata yang dikelola oleh masyarakat untuk berkontribusi kepada kesejahteraan masyarakat dengan mendukung mata’pencarian yang berkelanjutan dan menjaga nilai sosial serta kebudayaan daerah masyarakat tersebut.

Tak Berkategori

Prestasi dan Kreasi

  • Oky Pertiwi namanya, sekolah di SDN 03 Jatikerto adalah sosok anak yang ramah terhadap setiap orang, baik sesama teman seusianya maupun orang dewasa. Semangat belajarnya tinggi, tidak begitu suka bergaul dengan teman-teman seusianya yang masih suka dengan hal-hal yang kurang bermanfaat. Dengan niat dan semangatnya untuk belajar mendongeng di “Dekaka” akhirnya dia dapatkan dengan prestasi yang
    JUARA LOMBA DONGENG
    JUARA LOMBA DONGENG MALANG

    cukup memuaskan, walaupun itu cuma lomba mendongen tingkat sekolah dasar se kecamatan Kromengan. Dia dapatkan Tropy tertinggi untuk kategori mendongeng dan itupulalah yang mengantarkan dia untuk berlaga di tingkat Kabupaten. Ayo, belajar lebih serius karena mempertahankan lebih berat daripada merebut. Sukses buat Oky. @Dekaka

Tak Berkategori

CoPE II

CoPE II
CoPE II

Diskusi Tematik Collaborative and Participative Community Empowerment (CoPE) fokus kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat oleh Ruang Belajar Aqil dan Kolaborator di RUMAH BACA Dekaka Tujuan dari pelaksanaan Diskusi Tematik adalah untuk menindaklanjuti program CoPE mengenai pemberdayaan ekonomi melalui kriya kayu. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam Diskusi Tematik ini antara lain : TBM Dekaka, TBM Abih, Damar Kreatif, Kampoeng Sinaoe Sidoarjo dan juga TBM lain yg ada di Malang Raya.

Tak Berkategori

CoPE I

CoPE I
CoPE I

Diskusi Tematik Collaborative and Participative Community Empowerment (CoPE) fokus kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat oleh Ruang Belajar Aqil dan Kolaborator di RUMAH BACA Dekaka Tujuan dari pelaksanaan Diskusi Tematik adalah untuk menindaklanjuti program CoPE mengenai pemberdayaan ekonomi melalui kriya kayu. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam Diskusi Tematik ini antara lain : TBM Dekaka, TBM Abih, Damar Kreatif, Kampoeng Sinaoe Sidoarjo.

Tak Berkategori

GETOLNYA PASUTRI MEMBESARKAN RUMAH BACA DEKAKA

Senang dengan buku-buku dan bercita – cita membuat perpustakaan sendiri merupakan impian yang berhasil diwujdukan Sadar Cahyani dan Kasmadi Munthe. Meskipun bukan perpustakaan yang lengkap, pasangan suami istri itu berhasil membangun rumah baca yang didedikasikan untuk warga Kabupaten Malang. Rumah Baca Dekaka Lokasinya persis di Jalan Raya Jatikerto 292

GETOLNYA PASUTRI MEMBESARKAN RUMAH BACA DEKAKA

Kecamatan Kromengan. Resmi berdiri pada 1 Oktober 2016 lalu. Koleksi bukunya sudah beragam. Mulai dari novel, majalah dan juga sejarah. Utamanya adalah koleksi buku-buku bersejarah, salah satunya Di bawah Bendera Revolusi karya Presiden RI pertama Ir Soekarno. Buku – buku yang menjadi koleksi rumah baca DeKaKa saat ini lebih banyak koleksi milik pribadi yang diwariskan dari orang tua Cahayani. Selain itu ada juga koleksi yang berasal dari kolega yang berasal dari Australia. “Senang melihat orang membaca serta pemberdayaan adanya koleksi peninggalan orang tua, juga menjadi alasan kami membuka rumah baca DeKaKa ini. Melalui buku, pengetahuan dan wawasan seseorang akan bertambah,” ujar Sadar Cahyani menceritakan pengabdian sosialnya kepada Malang Post.Bagi Cahyani, orang tuanya yang berasal dari Kota Blitar dan bekerja sebagai guru sekolah merupakan inspirasi. Keteladanan yang diwariskannya juga layak dipegang untuk menjalani kehidupan. Bahkan Ia menjelaskan, mantan Wapres Budiono merupakan anak didik dari orang tuanya.

@Dekaka 2016

Tak Berkategori

SOFT OPENING RUMAH BACA DEKAKA

Kata Pengantar :

photo
PERESMIAN RUMAH BACA DEKAKA

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayatNYA kepada kita semua, sehingga pada saat ini kita masih dalam perlindunganNYA dan Alhamdulillah hingga saat ini kami masih diijinkan untuk berpikir, berrencana dan berbuat dengan dan atas namaNYA. Dan perkenankana pada kesempatan yang baik yang telah Allah berikan kepada kami saat ini, kami akan menyampaikan sebuah rencana pembentukan dan pendirian Rumah Baca di desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang dengan nama : RUMAH BACA Dekaka RUMAH BACA Dekaka merupakan tempat bacaan umum atau lebih dikenal dengan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dimana ini sebuah perpanjangan tangan dari perpustakaan umum yang ada di kabupaten, yang ditujukan bukan hanya untuk masyarakat Jatikerto tapi juga untuk kepentingan masyarakat Indonesia pada umumnya dan dikelola oleh team DUTA KARTA KIRANA di Jalan Raya Jatikerto No. 292 RT 24 / RW 03 Jatikerto Kromengan Malang Untuk itu kami mohon dukungan dan bantuan kepada semua pihak baik moril maupun materil untuk kelancaran dan keberhasilan terselenggaranya pembentukan dan pendirian Rumah Baca Dekaka ini. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekurangan kami bertutur kata dalam penyampaian ini, atas dukungan dan bantuannya kami ucapkan terimakasih. Jatikerto, 11 Januari 2011

Tak Berkategori

RUMAH BACA Dekaka

RUMAH BACA Dekaka Taman Bacaan masyarakat atau TBM adalah salah satu wadah yang bergerak dibidang pendidikan yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan kembali minat baca masyarakat tanpa membedakan status sosial, ekonomi, budaya, agama, adat istiadat, tingkat pendidikan dan lain sebagainya. Bagi masyarakat Indonesia, khususnya ekonomi menengah ke bawah, membeli buku adalah sesuatu yang berat. Tentunya selain buku pelajaran untuk sekolah anak-anaknya. Mungkin bagi sebagian dari mereka, membeli beras dan kebutuhan lainnya l

RUMAH BACA Dekaka
RUMAH BACA Dekaka

ebih penting. Tak dapat dipungkiri, memang. Salah satu solusi untuk persoalan ini adalah dengan dibentuknya Taman Bacaan Masyarakat, dimana masyarakat dapat menikmati isi buku tanpa mengeluarkan uang. Bagaimana perkembangan Taman Bacaan Masyarakat sekarang? Setelah beberapa pelopor, pendiri dan relawan dengan gigih mengajak sesama relawan dan masyarakat umum untuk turut membangun TBM di lingkungannya, kini TBM telah marak di berbagai daerah. Tentunya, masih dubutuhkan TBM-TBM selanjutnya. Agar sosialialisasi gerakan membaca merata. Bagaimana membangun sebuah Taman Bacaan Masyarakat? Tentunya tidak semudah yang kita fikirkan, Serta merta berjalan lancar seperti membalikkan telapak tangan. Bagi kami sebagai owner RUMAH BACA Dekaka adalah hal yang sangat berat untuk merubah mainset masyarakat yang sudah dirasuki asupan virus digital yang tidak terkontrol. Melihat situasi inilah Dekaka membuka kelas belajar computer dan internet, gratis. @Dekaka