Tak Berkategori

MEMBANGUN KEBERSAMAAN

Terima kasih merupakan salah satu kata ajaib yang bisa membuat orang yang mengucapkan merasa bahagia, begitu pun dengan orang yang ditujukan terima kasih. Bagaimana tidak, kata terima kasih bisa membuat si pemberi selalu bersyukur dan si penerima merasa dihargai.

4 in 1
4 in 1

Kata terima kasih akan jauh lebih bermakna jika disampaikan melalui ungkapan dalam selembar kertas. Selain bisa lebih mendalam, cara ini juga bisa membuat komunikasi menjadi lebih dekat. Seperti halnya yang saya lakukan di dalam cerita ini.

Tidaklah mudah bagi kami untuk bisa mempertemukan antara empat sekolah dasar yang tadinya mereka membawa egonya masing-masing dari setiap sekolahnya, dimana ketika mereka berkunjung ke RUMAH BACA Dekaka, mereka tidak mau berbaur, justru mereka lebih memilih untuk meninggalkan tempat daripada berkumpul dan bermain bersama dengan sekolah lainnya. Yang paling menarik lagi; mereka bersebelahan rumah, ketika berkunjung ke Dekaka bertemu dengan teman sekolahnya tetangganya ini akan di tinggalkan. Awalnya kami anggap ini biasa namun lebih dari yang kita bayangkan ternyata ini sudah berlarut-larut. Pendekatan demi pendekatan kami lakukan, awalnya tidak menunjukkan akan ada perubahan.

dkk oye...
dkk oye…

Sempat sih kami merasa pesimis untuk menyelesaikan masalah ini, dimana pernah suatu ketika mereka tidak ada yang berkunjung ke RUMAH BACA Dekaka. Dengan berbagai upaya yang kami lakukan akhirnya berangsur bisa teratasi. Dari kejadian itulah kami semakin bersemangat untuk menyelesaikan masalah ini. Yang pada akhirnya bisa kita lihat keceriaan mereka.

@Dekaka

 

Iklan
Pendidikan

Seyogianya Juara Itu Bukan Piala

Kegagalan menghancurkan kesombongan, kegagalan membangkitkan kecerdasan, dan kegagalan menuntun kedewasaan, itulah yang paling tepat untuk mengangkat cerita ini.

Ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari situasi kegagalan. Jika anda tidak pernah gagal, kemungkinan besar anda akan menjadi angkuh dan sombong. Jika anda tidak pernah mengalami kegagalan, anda mungkin tak lagi mau belajar untuk meningkatkan kemampuan anda. Dan jika anda tidak pernah gagal, maka anda akan lambat untuk belajar menjadi lebih dewasa.

Demikianlah sederet rangkaian kata kata mutiara untuk bangkit dari kegagalan. Jika kita berjiwa besar, maka kegagalan merupakan hal yang wajar yang bisa dialami siapa saja, termasuk dalam urusan bisnis, karir, ujian sekolah, cinta, rumah tangga, dan sebagainya. Jika kita mengingat kembali sejarah masa lalu, banyak kisah-kisah sukses yang diawali oleh kegagalan.

dekaka juara lomba dongeng5

Seandainya  saja Mr. Thomas Alfa Edison menyerah di percobaan ke dua, maka kita tak akan pernah menikmati terangnya malam dari bola lampu. Atau seandainya saja saya tidak mau menuliskan cerita ini maka kalian tidak akan tau kisah ini.

Memang perjuangan yang dilakukannya tidaklah sia-sia namun kamilah yang bercita-cita terlalu tinggi.

                                                                                      ***

 

Tak Berkategori

MEMBANGUN PRESTASI

“Alhamdulilah.. mba Oky masuk final lomba bercerita.. se Kabupaten Malang Selamat yaaa…”
Itulah kata-kata yang terdengar setelah anak kecil berkulit sawo matang agak gelap yang duduk di bangku sekolah dasar kelas empat, tepatnya SDN 03 Jatikerto Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang Jawa Timur.
Terus semangat menuju puncak… Tanggal 6 Maret 2018 adalah hari yang kita tunggu-tunggu.

JUARA LOMBA MENDONGENG DE KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR 2018
NOMINASI JUARA LOMBA MENDONGENG SE KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR 2018
Tak Berkategori

ASAL USUL DESA JATIKERTO

Pada zaman penjajahan Belanda sampai dengan Jepang Desa Jatikerto merupakan hutan lebat yang ditumbuhi beraneka ragam tanaman dengan dominasi pohon jati yang usianya ratusan tahun.  Waktu itu hutan yang sekarang menjadi Desa Jatikerto belum dihuni oleh orang. Akhirnya dalam pengembaraan yang panjang seorang berasal dari Solo (Surakarta) bernama Ki Wonodjojo melancong sampai dikawasan timur pulau Jawa tepatnya di desa Slorok dengan alasan menghindari peperangan yang dahsyat di daerahnya.

Setelah bermukim dikawasan Slorok Ki Wonodjojo menikah dengan gadis desa asal Slorok, kemudian dia bersama-sama temannya berusaha meningkatkan kesejahteraan hidupnya melalui pembukaan hutan sebagai bahan untuk pertanian. Ki Wonodjojo dan kawan-kawannya kerasan tinggal dikawasan yang baru dibuka tersebut karena tanahnya landai dan subur. Gayung bersambut akhirnya berita dari mulut ke mulut sampailah ke tetangga yang berada di kawasan Slorok dan sekitarnya, mendengar kawasan baru tanahnya landai dan subur maka berduyun-duyun orang datang membuka hutan di pergunakan untuk tempat tinggal dan kawasan pertanian.

jatikerto-e1520083419261.jpeg
sejarah jatikerto versi dekaka

Dengan semakin bertambahnya jumlah pemukim dikawasan yang baru tersebut timbullah keinginan warga masyarakat untuk mempunyai pemimpin yang dapat diteladani dalam mengatur kehidupan bermasyarakat. Pada akhirnya dengan semangat “Holobis Kuntul Baris” setelah bermusyawarah tercapailah kesepakatan secara aklamasi untuk mengangkat Tetuwo Desa ( Sesepuh Desa ) yaitu Ki Wonodjojo. Dengan kearifan dan keteladanannya akhirnya kawasan ini semakin dikenal orang dan semakin bertambah minat warga di luar kawasan tersebut untuk menetap dan menjadi bagian warga Ki Wonodjojo.

Setelah selang beberapa tahun setelah penebangan hutan dan penduduknya relative banyak maka kawasan ini diberi nama Bedali, kemudian setelah jumlah penduduk semakin bertambah suatu waktu diadakan musyawarah diantara mereka yang selanjutnya melahirkan kesepakatan untuk mengganti nama Bedali menjadi Jatikerto, Jati diambil dari sebutan kayu Jati sedangkan Kerto berati penghargaan, jadi Jatikerto berarti penghargaan terhadap kayu jati. Dengan kata lain desa ini berasal dari Kayu Jati yang mempunyai penghargaan yang tinggi. Ini sekaligus  memberi arti pengharapan bahwa desa ini kelak diharapkan menjadi desa yang dihargai atau dihormati oleh orang-orang atau desa-desa lainnya.

Ki Wonodjoyo menjadi sesepuh selama kurang lebih 10 tahun lamanya, setelah itu  Ki Wonodjoyo melancong lagi dan datanglah Mbah Ajeng Anti ke Jatikerto.Mbah Ajeng Anti ini berasal dari Kesamben, dan suaminya berasal dari gunung Kawi, dan Jatikerto menjadi tempat persinggahan Mbah Ajeng Anti.Mbah Ajeng Anti adalah orang yang baik dan mempunyai kelebihan, maka sama orang-orang Jatikerto Mbah Ajeng Anti dijadikan sesepuh desa saat itu. Akhirnya Mbah Ajeng Anti meninggal dan dimakamkan Jatikerto.

Sebagai penghormatan dan penghargaan kepada para leluhur, setiap bulan Suro warga desa Jatikerto memperingati bersih desa dengan mengadakan acara ruwatan di makam Mbah Ajeng Anti yang merupakan salah satu sesepuh atau leluhur yang dipercaya warga desa Jatikerto sebagai pepunden.

Jatikerto ini mendapat pengakuan yang sah dari pengageng Ki Raden di Kadipaten Pasuruan dengan sebutan Desa Jatikerto, yang kemudian nama desa ini dipakai sampai sekarang. Sedangkan tahun berdirinya kurang lebih semasa kepemimpinan Ki Wonodjojo yaitu tahun 1558. Sejarah singkat Desa Jatikerto didasrkan pada catatan atau dokumentasi yang ada di Kantor Desa dilengkapi informasi yang diperoleh dari para sesepuh desa antara lain : dari mantan Kamituwo, Bapak Rawi mantan Carik Suyatno (almarhum), dan sesepuh desa Mbok Rah, Bapak Darman dan Pak Pur. Sejarah singkat desa ini digali oleh Bp. Sutrisno Mantan Kepala Desa dan di himpun oleh Kepala Dusun Jatikerto Djamil. Rifa’i.

Mengingat sejarah terbentuknya sebuah desa tidak dapat dilepaskan begitu saja dengan budaya (kultur) masyarakat setempat semenjak kepemimpinan tetuwo sampai dengan kepala desa yang sekarang seluruh sesepuh dan warga desa Jatikerto masih mengakui bahwa ada sejumlah Gending-gending jawa yang dipercayai sebagai Gending Dayangan.  Gending Dayangan yang dianggap mempunyai daya magis yaitu :

  1. Sekar Gending
  2. Pacul Gowang
  3. Randu Kintir
  4. Celeng Mogok
  5. Puji Rahayu
  6. Undur-undur
  7. Eling-eling

KetTujuh  gending tersebut diyakini mempunyai nilai sakral karena tidak dapatdiperdagangkan pada waktu sembarangan. Gending-gending ini hanya untuk diperdengarkan pada acara tahunan yang disebut Bersih Desa, yaitu selamatan desa yang diselenggarakan pada waktu malam hari dengan rangkaian sesaji lengkap menurut adat jawa, yang dilakukan pada bulan suro (Muharram). Gending-gending tersebut digunakan untuk menghantarkan acara tayuban yang mengiringi sejumlah waranggono (pelantun tembang jawa putri) kemudian diikuti oleh semua perangkat desa (pamong desa). Pagelaran tayub tersebut biasanya dilaksanakan di tengah sawah atau dibalai desa, tempat-tempat lain yang sudah disepakati oleh tokoh-tokoh masyarakat. Akan tetapi juga tidak menutup kemungkinan acara tayub tersebut digelar di rumah-rumah tokoh masyarakat atau digelar pada suatu acara penting yang dilakukan oleh tokoh masyarakat, kemudian acara bersih desa menumpang (nunut) pada acara tersebut.

Menurut keterangan,  yang ada sesepuh warga yang menuturkan sebagai berikut :

“ Ingkang kawastanan gending-gending dayangan puniko naming prayogi dipunmidangeten wonten ing sasono budhoyo bersih desa kemawon, salintunipun mboten kepareng amargi dipun yakini bilih gending-gendingkolowau wontenisinipun ingkang wigati ugi wingit “ . Artinya : “ Yang disebut gending-gending yang mengandung nilai sakral itu hanya untuk acara selamatan desa, diluar acara bersih desa gending-gending tersebut tidak boleh diperdengarkan karena dianggap sakral atau gaib”.

Hasil observasi menunjukkan bahwa gending-gending tersebut memang tidak pernah diperdengarkan  di luar acara selamatan desa (bersih desa). Penduduk desa pada umumnya menganggap bahwa gending-gending dayangan tersebut malati  (membuat orang atau warga desaterkutuk) kalau diperdengarkan di sembarang waktu.

Adapun orang orang yang memimpin  dan merasa kepemimpinannya di desa Jatikerto semenjak terbentuknya desa ini sampai dengan sekarang dapat dilihat pada table di bawah ini. Perlu diketahui bahwa masa kepemimpinan tetuwo desa (sesepuh/tokoh warga desa) sampai dengan kepala desa sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979; tidak ada batasan waktu bagi seorang yang menjabat, sehingga kita mengetahui periodisasi tenggang waktunya memimpin desa Jatikerto bervariasi.

Nama Tetuwo/Kepala Desa dan masa jabatannya :

 

NO.

 

NAMA TETUWO / KEPALA DESA MASA  JABATAN   TAHUN
1. Ki Wonodjojo 1558 – 1568 10  Tahun
2. Ki Dasinah Wonodjojo 1568 – 1602 34  Tahun
3. Ki Saridah Latif 1602 – 1677 75 Tahun
4. Ki Singodermo 1677 – 1717 40  Tahun
5. Ki Djokerto 1717 – 1780 63  Tahun
6. Ki Saladin (H.M Sidiq) 1780 – 1861 81  Tahun
7. Paikan 1861 – 1904 43  Tahun
8. Nur 1904 – 1916 12  Tahun
9. Minhat 1916  – 1935 19  Tahun
10. H. Mochamad Ismail 1935 – 1974 39  Tahun
11. Sai’in KAW 1974 – 1989 15  Tahun
12. H. M. Sutrisno S.Sos 1990 – 2006 16  Tahun
13. H. Mohamad Satu         2007 – Sekarang

Maka dengan perubahan tatanan penyelenggaraan pemerintah desa menurut Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004; sudah barang tentu di dalam Penyelenggaraan Pemerintah Desa diharapkan lebih mengacu pada sunber daya manusia, pembangunan perekonomian, penegakan hokum yang diutamakan.

Demikian sekilas Riwayat singkat berdirinya desa Jatikerto dengan harapan tahun demi tahun  ada peningkatan yang didukung oleh semua pihak.

“PUJI RAHAYU

Amemuji rahayu rahayu jiwa raga

Para budaya seni

Anindakake angleluri

Kawruh ingkang nyata

Kebudayaan agung

Warga kita sedaya kalilakna

Ambabar ngrembaka

Manggio rahayu. “

Tak Berkategori

BAGAIMANA CARA MERUBAH PRILAKU

Kita harus akui bahwa di  dalam program-program kesehatan, agar diperoleh perubahan perilaku yang sesuai dengan norma-norma kesehatan, sangat diperlukan usaha-usaha konkrit dan positif. Beberapa strategi untuk memperoleh perubahan perilaku tersebut dikelompokkan menjadi 3, yaitu : POTO PRILAKU

  1. Menggunakan Kekuatan/Kekuasaan atau Dorongan
  • Dalam hal ini perubahan perilaku dipaksakan kepada sasaran atau masyarakat sehingga ia mau melakukan (berperilaku) seperti yang diharapkan, misalnya membuang sampah atau BAB di sunga atau tempat umum dengan mengabaikan kesusilaan. Cara ini dapat ditempuh misalnya dengan adanya peraturan-peraturan perundang-undanganan yang harus dipatuhi oleh anggota masyarakat. Cara ini akan menghasilkan perilaku yang cepat, akan tetapi perubahan tersebut belum tentu akan berlangsung lama karena perubahan perilaku yang terjadi tidak atau belum didasari oleh kesadaran dari diri  sendiri.
  1. Pemberian Informasi
  • Dengan memberikan informasi-informasi tentang cara-cara mencapai hidup sehat, cara pemeliharaan kesehatan, cara menghindari penyakit, dan sebagainya akan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hal tersebut. Selanjutnya dengan pengetahuan-pengetahuan itu akan menimbulkan kesadaran mereka, dan akhirnya akan menyebabkan orang berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya itu. Hasil atau perubahan perilaku dengan cara ini memakan waktu lama, tetapi perubahan yang dicapai akan bersifat langgeng karena didasari pada kesadaran mereka sendiri .
  1. Diskusi dan Partisipasi
  • Cara ini adalah sebagai peningkatan cara yang kedua tersebut di atas di mana di dalam memberikan informasi tentang kesehatan tidak bersifat searah saja, tetapi dua arah. Hal ini berarti bahwa masyarakat tidCara merubah prilakuak hanya pasif menerima informasi, tetapi juga harus aktif berpartisipasi melalui diskusi-diskusi tentang informasi yang diterimannya. Dengan demikian maka pengetahuan-pengetahuan kesehatan sebagai dasar perilaku mereka diperoleh secara mantap dan lebih mendalam, Dan inilah yang RUMAH BACA Dekaka lakukan walaupun ada pro kontra antara team Dekaka  dengan masyarakat  itu sendiri, dan akhirnya perilaku yang mereka peroleh akan lebih baik, bahkan merupakan referensi perilaku orang lain. Sudah barang tentu cara ini akan memakan waktu yang lebih lama dari cara yang kedua tersebut, dan jauh lebih baik dengan cara yang pertama. Diskusi partisipasi adalah salah satu cara yang baik dalam rangka memberikan informasi-informasi dan pesan-pesan kesehatan, yang mana kami dari Dekaka sendiri selalu berupaya melakukan ini dengan menggandeng komunitas-komunitas lain, praktisi, mahasiswa dan komponen lainnya khususnya RUMAH BELAJAR AQIL (RBA).
Tak Berkategori

Community Based Tourism CBT

21 Februari 2018
Diskusi Community Based Tourism CBT bersama kolaborator TBM Dekaka di Desa Jatikerto. Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan di TBM Dekaka. Tujuan dari kegiatan tersebut yaitu mendiskusikan potensi pariwisata di desa Jatikerto
Community Based Tourism merupakan aktiv

Community Based Tourism CBT
Community Based Tourism CBT

 

itas wisata yang dikelola oleh masyarakat untuk berkontribusi kepada kesejahteraan masyarakat dengan mendukung mata’pencarian yang berkelanjutan dan menjaga nilai sosial serta kebudayaan daerah masyarakat tersebut.

Tak Berkategori

Prestasi dan Kreasi

  • Oky Pertiwi namanya, sekolah di SDN 03 Jatikerto adalah sosok anak yang ramah terhadap setiap orang, baik sesama teman seusianya maupun orang dewasa. Semangat belajarnya tinggi, tidak begitu suka bergaul dengan teman-teman seusianya yang masih suka dengan hal-hal yang kurang bermanfaat. Dengan niat dan semangatnya untuk belajar mendongeng di “Dekaka” akhirnya dia dapatkan dengan prestasi yang
    JUARA LOMBA DONGENG
    JUARA LOMBA DONGENG MALANG

    cukup memuaskan, walaupun itu cuma lomba mendongen tingkat sekolah dasar se kecamatan Kromengan. Dia dapatkan Tropy tertinggi untuk kategori mendongeng dan itupulalah yang mengantarkan dia untuk berlaga di tingkat Kabupaten. Ayo, belajar lebih serius karena mempertahankan lebih berat daripada merebut. Sukses buat Oky. @Dekaka